⛱️ Kata Tepian Dalam Puisi Itu Sama Artinya Dengan
Sepertibeo, hanya hafal kata-kata Sampai kapan kau akan mengigau dalam sholat-sholatmu ? 15-04. SUDUT PANDANG. Setiap orang beda kepala, tiap kepala beda otak dan tiap otak beda pikiran. Maka jangan kau paksa untuk seirama Bukankah musik itu enak karena beda nada, tidak sama itu rahmat bukan ?. Sudut pandang adalah cokol dari perselisihan. 15-04Rima adalah pengulangan bunyi yang berselang dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak. Rima termasuk salah satu unsur penting dalam melalui rima, keindahan suatu puisi akan tercipta. Posisinya rima tidak selalu di akhir baris dalam satu bait, tapi juga bisa terletak dalam satu baris yang sama. Jenis-Jenis Rima Rima Berdasarkan Suku Kata Rima Sempurna Seluruh suku akhirnya berirama sama. Contoh ma – lang → ma – tipa – lang → ha – ti Rima Tak Sempurna Hanya sebagian suku akhir yang sama. Contoh pu – lang → pa – gitu – kang → ha – ri Rima Mutlak Seluruh kata berima. Contoh Mendatang-datang juaKenangan masa lampau Menghilang muncul juaYang dulu sinau-silau Kata jua yang diulang dua kali pada tempat yang sama itu berima mutlak. Rima Terbuka Yang berima adalah suku akhir suku terbuka dengan vokal yang sama. Contoh bu – ka → ba – tu → pa – gimu – ka → pa – lu → la – ri Rima Tertutup Yang berima itu suku akhir suku tertutup dengan vokal yang diikuti konsonan yang sama. Contoh hi – lang → su – sut → li – dahma – lang → ta – kut → su – sah Rima Aliterasi Yang berima adalah bunyi-bunyi awal pada tiuap-tiap kata yang sebaris, maupun pada baris-baris berlainan. Contoh Bukan beta bijak berperi Pandai mengubah madahan syair Bunyi b pada kata-kata dalam baris pertama bait puisi di atas disebut rima aliterasi. Rima Asonansi Yang berima adalah vokal-vokal yang menjadi rangka kata-kata, baik pada satu baris maupun pada baris-baris berlainan. Contoh se – cu – pak → tum – bang se – cu – kat → mun – dam Yang disebut asonansi ialah vokal-vokal e – u – a dan u – a pada kata-kata tersebut di atas. Rima Disonansi Rima ini adalah vokal-vokal yang menjadi rangka kata-kata seperti pada asonansi tetapi memberikan kesan bunyi-bunyi yang berlawanan. Contoh Tin – dak → tan – duk i– a / a – u Mon – dar → man – dir o – a / a – i Berdasarkan Letak Kata Rima Awal Apabila kata-kata yang berima terdapat pada awal-awal kata. Contoh Pemuda kaulah harapan bangsa Pemuda jangan suka berpangku tangan Rima Tengah Apabila kata-kata yang berima terletak di tengah. Contoh Pemuda kaulah harapan bangsa Pemudi kaulah harapan negeri Rima Akhir Apabila kata-kata yang berima terletak pada akhir. Bentuk ini banyak digunakan dalam bentuk Pantun, Syair dan Gurindam. Contoh Tolong – menolong umpama jari Bantu membantu setiap hari Bekerja selalu berlima diri Itulah misal Tuhan memberi Rima Tegak Apabila kata-kata yang berima terdapat pada baris-baris yang berlainan. Contoh Terlipat Terikat Engkau mencari Terang matahari Rima Datar Apabila rima kata-kata yang berima itu terdapat pada baris yang sama. Contoh Air mengalir menghilir sungai bunyi ir pada akhir ketiga kata Rima Sejajar Apabila sepatah kata dipakai berulang-ulang dalam kalimat yang beruntun. Contoh Dapat sama laba Cicir sama rugi Bukit sama didaki Lurah sama dituruni Berat sama dipikul Ringan sama dijinjing Terapung sama hanyut Terendam sama basah Rima Berpeluk Rima Berpaut Apabila umpamanya baris pertama berima dengan baris keempat, baris kedua berima dengan baris ketiga. Rima ini terletak pada bentuk Soneta dengan rima a – b – b – a Contoh Perasaan siapa ta’kan nyala a Melihat anak berlagu dendang b Seorang sajak di tepi padang b Tiada berbaju buka kepala a